Apakah Pendidikan itu Penting?

Posted by

Pendidikan di Indonesia menjadi sangat penting karena saat ini di banyak sektor pekerjaan membutuhkan ijazah. Dan ijazah berarti tingkat pendidikan terakhir yang ditempuh.  Pendidikan saat ini masih dipandang penting untuk memutus rantai kemiskinan. Bandingkan saja bagaimana struktur gaji/pendaptan yang mendasarkan pada ijazah. Misalkan saja seorang lulusan SMP mendapat gaji A maka seorang lulusan SMA bisa memperoleh 1,5A. Lulusan D3 bisa memperoleh3A. Dan lulusan sarjana bisa bisa memperoleh 6A.

Untuk kalangan tertentu, pendidikan merupakan barang mahal dan bisa menempuhnya saja adalah sebuah kebanggaan karena ditempuh dengan perjuangan yang tidak mudah. Sebut saja namanya Hana. Dia seorang murid SMK Ekonomi di sebuah sekolah swasta di Jakarta. Penghasilan kedua orang tuanya tidak lebih dari 900 ribu rupiah tiap bulannya. Rumahnya tidak begitu luas di salahs atu pojok kawasan padat penduduk. Bisa saja dia meyerah dan menyalahkan lingkungan. Namun dia meimilih langkah heroik. Satu saja cita-citanya, ingin bisa kuliah di Amerika.

Bertemulah dia dengan seorang guru bahasa inggris di sebuah SMA swasta. Beruntung guru itu mau mengajarinya dari nol, setiap hari sepulang sekolah. Perjuangan ini tidak hanya berbilang minggu. Namun bulan. Kita tahu apa saja persyaratan untuk bisa kuliah di Amerika? Setidaknya harus ada sertifikat TOEFL/IELTS. Tes TOEFL terkadanag harus computer based. Dan, Hana bahkan tidak tahu apa itu TOEFL. Komputer pun dia belum pernah menyentuhnya. Dengan perjuangan berpeluh keringat dan air mata selama berbulan-bulan dari pagi hingga malam beranjak akhirnya mengantarkan dia memperoleh beasiswa di sebuah kampus terkenal di Amerika. Begitulah pendidikan, banyak diharapkan bisa memutus rantai kemiskinan. Kisah ini bisa dibaca di buku Chicken Soup for the College Soul.

Lain lagi dengan Lintang, seorang murid cerdas didikan alam yang harus merelakan sekolahnya putus karena dia adalah anak pertama dan orang tuanya telah tiada. Dia sangat berpotensi untuk menjadi seorang ilmuwan dengan kecerdasannya. DI usia SMP saja dia sudah menguasai integral dan telah mampu merancang perahu untuk mengarungi lautan biru. Namun karena keadaan tersebut dan tidak ada yang menopang biaya kehidupan akhirnya dia merelakan pendidikannya terlewat.

Terakhir, banyak kita lihat gerakan-gerakan non-muslim dengan kedok pendidikan untuk menjalankan sebuah program beasiswa. Sebuat saja John Wood, dengan posisi terakhirnya direktur Microsoft wilayah Asia-Pasifik. Semua rela ditinggalkannya hanya demi memberi pendidikan yang layak untuk anak-anak tertinggal di pedalaman Nepal di lereng himalaya. Hingga kini telah menyebar program yang dijalankannya, Room to Read, di beberapa negara Asia Selatan dan Tenggara.

Lebih menantang lagi, Loyola. Sebuah organisasi yang bergerak dibidang pendidikan dan agama katolik. Mereka tidak hanya mendidik seorang murid menjadi militan Katolik. Lebih dari itu, mereka mempersiapkan generasinya untuk bisa memasuki posisi strategis di berbagai bidang apakah itu pemerintahan, perdagangan, atau akademisi. Jika telah demikian, maka siap-siap saja negeri dengan muslim terbesar didunia ini dikendalikan oleh non-muslim. Tegakah kita?

Oleh karenanya, program beasiswa yang digulirkan dengan nama Kasmamta Foundation ini bukan untuk siapa-siapa. Semua kembali kepada kita semua umat islam.  Boleh jadi bukan anak sendiri yang mendapat jatah, namun perlu kita ketahui itulah sejatinya bentuk nyata pengamalan ayat-ayat AlQuran. Menolong saudara muslim insyaallah akan memudahkan hisab kita di akhirat kelak. Dan menolong sesama muslim adalah sebuah amal soleh. Dan, setiap amal soleh akan menyebabkan seseorang diampuni dosanya dan dibalas dengan surga.
qs at-taghabun:9
(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar. [QS. At Taghabun:9]


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 5:40 PM

0 comments:

Post a Comment