Beasiswa untuk Ekonomi atau Pendidikan?

Posted by

Pendidikan merupakan variabel yang berpengaruh bagi kemajuan sebuah bangsa. Restorasi Meiji yang digaungkan oleh Kaisar Mutsuhito (Tenno Meiji) di tahun 1868, merupakan cerminan revolusi bangsa. Restorasi ini menitikberatkan pada revolusi kebijakan di bidang pendidikan. Kaisar Meiji mengubah kebijakan pendidikannya secara fundamental, mengadopsi sistem pendidikan modern, memprioritaskan program wajib belajar, pengiriman mahasiswa Jepang ke luar negeri, dan meningkatkan anggaran sektor pendidikan secara drastis, dan serangkaian kebijakan pendidikan yang revolusioner.

Respon masyarakat Jepang terhadap restorasi ini sangat tinggi. Terbukti atas kesungguhan masyarakat Jepang dengan kemauan belajar yang tinggi, kecerdasan intelektual, dan teknis, keberanian untuk menanggung resiko, tidak hanya sekedar berani tetapi kecerdasan yang tinggi membuat mereka lebih percaya diri dalam mengukur dan memanajemeni potensi bisnis dan resikonya, sabar, memiliki dorongan yang kuat, sekaligus tidak materialistis.

Jepang menjadi negara maju di berbagai bidang hingga saat ini, tak lain karena Restorasi tersebut. Kebijakan di atas merupakan bentuk beasiswa di abad ke 19, yang menjadi cikal bakal dikemukakan program beasiswa yang dampaknya, Resrtorasi Jepang ini telah membuka pandangan saya tentang apa arti beasiswa sebenarnya?  Tentang apakah tujuan pelaksanaan beasiswa seharusnya? Apakah dengan program beasiswa ini dapat mengembangkan pendidikan di Indonesia, atau semata-mata hanya untuk biaya tambahan pelajar maupun beasiswa? 

Beasiswa bukanlah hal yang asing dalam kehidupan masyarakat. Para pelajar dan mahasiswa berlomba – lomba untuk mendapat beasiswa. Pasalnya begitu banyak program beasiswa yang diselenggarakan oleh forum swasta maupun negeri. Seperti jalur penerimaan mahasiswa jalur Bidik Misi, jalur undangan, jalur tanpa tes, perekrutan dan lainnya. Hal tersebut merupakan batu loncatan bagi pelajar dan mahasiswa dalam penunjang financial yang nantinya akan menyokong kebutuhan ekonomi keseharian. Anggapan Secara tak langsung masyarakat telah melupakan tujuan awal mengapa diberlakukannya program beasiswa untuk pelajar terpilih.

Beasiswa merupakan bentuk bantuan finansial yang diberikan kepada pelajar atau mahasiswa untuk melanjutkan jenjang kependidikan individu, baik di dalam atau di luar negeri. Biasanya beasiswa ditujukan pada seseorang yang tidak mampu dalam bidang ekonomi. Beberapa beasiswa lain diberikan pada siswa berprestasi untuk menghargai prestasi yang diraih. Beasiswa menurut etimologi, beasiswa berasal dari kata bea yang artinya biaya, siswa yang artinya murid. Menurut terminologi, beasiswa merupakan tunjangan yang diberikan pada pelajar /mahasiswa sebagai bantuan biaya pelajar. Selain itu keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi nomor 11-14-21-126-236/PUU-VII/2009 ini, warga negara khususnya Peserta didik yang berhak mendapat beasiswa adalah yang berprestasi. Gambaran di atas dapat ditinjau lebih dalam bahwa sesungguhnya beasiswa mempunyai tujuan utama selain membantu siswa dalam ekonomi, yaitu untuk menunjang PENDIDIKAN.

Beasiswa bagi pendidikan. Satu relasi yang terlewatkan, melihat sasaran beasiswa sesungguhnya dalam memajukan pendidikan, namun diartikan mencari penghasilan tambahan. Padahal begitu banyak manfaat bagi pendidikan, antara lain:
  1. Terciptanya motivasi untuk mengembangkan pendidikan dalam bidang teknologi. Motivasi dalam pengembangan pendidikan terbentuk bila individu melakukan inovasi terhadap sebuah karyanya tak menjadikan beban individu tersebut atas biaya finansial yang ia butuhkan dan mempermudah akses dalam proses produksi.
  2. Memicu semangat untuk memperbaiki prestasi. Dengan diadakan program  beasiswa otomatis membuat intensitas belajar pelajar atau mahasiswa meningkat. Hal ini dikarenakan persaingan untuk meraih beasiswa sangat ketat. Akibatnya mereka berlomba – lomba untuk mencetak prestasi sebanyak mungkin.
  3. Pendidikan Indonesia dapat bersaing di mata dunia. Prestasi yang terus digali oleh para pelajar atau mahasiswa secara tak langsung telah mempengaruhi kemajuan pendidikan di Indonesia. Atas terciptanya prestasi – prestasi mengangkat daya saing di Indonesia yang menjadikan bahwa sesungguhnya Indonesia memiliki potensi bersaing tingkat internasional.
  4. Mendapat pengetahuan lebih negara lain. Dengan dibentuknya program beasiswa ke luar negeri telah memberikan peluang Indonesia untuk mempelajari teknologi di negara lain. Tentunya melalui siswa yang dikirim di negara lain tersebut. Setelah pelajar atau mahasiswa tersebut menyelesaikan study-nya di negara lain, ia dapat merealisasikan di Indonesia agar negara kita dapat lebih maju dari sebelumnya.
Dari manfaat - manfaat diatas dapat kita ambil betapa besarnya pengaruh diadakannya program beasiswa, Bukan semata-mata hanya mengatasi masalah ekonomi masyarakat dalam meneruskan jenjang pendidikan untuk lebih tinggi. Beberapa tujuan beasiswa harus direalisasikan seperti masa Restorasi Jepang agar negara dapat maju dan berkembang lebih cepat. Dalam perealisasian itu sendiripun harus ada dukungan dari berbagai pihak, dari pihak pemerintah seharusnya dapat mengarahkan tujuan beasiswa bagi pendidikan pada para penerima beasiswa, lalu dari pihak penerima beasiswa, ia harus melanjutkan jenjang pendidikannya bukan hanya untuk menyelesaikan study namun juga menciptakan sesuatu yang nantinya dapat berguna untuk seluruh masyarakat Indonesia baik dalam bentuk real maupun bentuk dokumen–dokumen atau pembelajaran.

Oleh : Shobrina Afifah
XI IPA 3, SMA MTA SURAKARTA
Peserta Beasiswa KF Periode 1


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 3:56 AM

0 comments:

Post a Comment