Belajar dari PAY

Posted by

Banyaknya anak yatim dan dhuafa di Indonesia merupakan sebuah dilema. Yatim memang bukanlah sebuah pilihan. Namun dhuafa boleh jadi karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Bagaimana bisa di negara dengan kekayaan alam melimpah ini bisa menjadi dhuafa? Pemerintah dengan berkedok panti asuhan yang jumlahnya jauh dari memadai sudah ‘merasa’ melaksanakan amanah Undang-Undang Dasar 1945.

Terlepas dari kewajiban negara mengurus kaum papa, umat Islam sebagai khalifatullah fil ardh mempunyai sisi pandang tersendiri. Islam mewajibkan zakat baik fitrah maupun maal ditambah dengan ajakn berinfak fii sabilillah. Anak yatim dan dhuafa bisa dialokasikan dana dari infak dan sodaqoh dan lagi-lagi negara belum memiliki keinginan kuat untuk benar-benar mengatasi permasalahan anak yatim dan dhuafa.

Perkembangan dakwah Islam dan meningkatnya geliat aktivitas umat Islam sedikit banyak juga membidik anak yatim dan dhuafa. Bukan tanpa alasan orang berlomba-lomba mengasuh anak yatim. Demikian pula anak dhuafa, bukan tanpa alasan tidak berpartisipasi merawat/mengasuh anak dhuafa.

Rasulullah saw menyampaikan bahwa orang yang merawat/mengasuh anak yatim memiliki tempat istimewa di akhirat kelak, surga.

مَنْ ضَمَّ يَتِيْمًا بَيْنَ أَبَوَيْنِ مُسْلِمَيْنِ فِيْ طَعَامِهِ وَ شَرَابِهِ حَتَّى يَسْتَغْنِيَ عَنْهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” [HR. Abu Ya'la dan Thobroni, Shohih At Targhib].
Adapun kaum dhuafa, memiliki keistimewaan doanya insyaallah mustajab.

Profil Pecinta Anak Yatim (PAY)

“PAY” merupakan gerakan spontanitas atas realitas diatas, dimotori oleh anak-anak muda (alumni GONTOR, GINTUNG, UI, UNJ,UIN Jakarta, SEBI,BSI, Univ Muhammadiyah, dll) yang telah berkecimpung aktif sejak tahun 2006 dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah melalui wadah bernama BMT Cengkareng (sebuah Lembaga Keuangan Mikro Syariah) yang berada di Cengkareng-Jakarta Barat.

Diharapkan melalui “PAY” sebagai bentuk tanggung jawab social ini BMT Cengkareng bisa menyentuh lapisan terbawah dari strata ekonomi masyarakat (Anak Yatim & Dhuafa) agar mereka mampu bangkit menjadi yang terbaik, tentunya semua ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dari para Dermawan semua.
Tidak sedikit Anak-anak Yatim & Dhuafa yang tidak tersentuh dan terbantu oleh lembaga-lembaga sosial yang ada, karena memang kehangatan pelukan sang Ibu & keluarga lebih baik bagi mereka, meski kebaikan hidup belum berpihak kepada mereka. Untuk itulah “PAY” ada dengan segala keterbatasannya mencoba tuk berbagi kebaikan dengan mereka.
Anak-anak Yatim dan Dhuafa merupakan anugrah Allah SWT buat kita sebagai wasilah untuk bisa dekat kepada-Nya. Atas dasar itulah “PAY (Pecinta Anak Yatim)” yang dilahirkan oleh BMT Cengkareng ini ada, sebagai wasilah antara para Dermawan dengan mereka yang masih ‘tertawan’ oleh keterbatasan yang dimiliki, Anak Yatim & Dhuafa.
Salah satu bentuk komitmen PAY adalah menyisihkan 10% dari hasil usaha untuk diinfakkan kepada anak yatim dan dhuafa untuk program-program yang dijalankan. Aksi mereka ditegaskan dengan motto PAY adalah Pay and Do it.

KF, Anak Yatim, dan Dhuafa

KASMAMTA Foundation memulai gerak langkahnya dengan melihat realita bahwa siswa/I SMA MTA berasal dari keluarga dengan berbagai latar belakang. Tidak sedikit yang tergolong dhuafa. Dan boleh jadi juga sudah yatim sejak kecilnya.
Belajar dari PAY yang merupakan aksi solidaritas yang berangkat dari Facebook, mari kita rapatkan langkah dan satukan tekad untuk lebih aktif lagi dalam mempromosikan tabungan akhirat. Baik yang sudah terdaftar ataupun sekedar lewat di situs ini, sangat terbuka kesempatan untuk mempersiapkan tabungan tersebut cukup hanya dengan Rp 10.000,-. Syukur bisa lebih besar dan rutin.
KASMAMTA Foundation menerima donasi dari siapapun anda, tidak harus alumni SMA MTA, untuk bisa berpartisipasi membantu saudara sesama muslim.
Belajar dari PAY, dengan niat yang tulus disertai doa dan amal nyata, barakahnya insyaAllah bisa dilihat. Ketika awal mula membuka BMT dengan modal 56 jtua rupiah, kini asetnya sudah mencapai 2 milyar rupiah lebih dan sudah memiliki cabang. Selain itu, lahan yang digarap juga meluas tidak hanya pendidikan tetapi juga layanan kesehatan untuk masyarakat dan pelatihan kemandirian untuk masyarakat. Program beasiswa yang disalurkan juga disertai dengan pelatihan soft skill.
Dengan modal 12 juta dari donasi rutin, insyaAllah KASMAMTA Foundation akan menularkan virus sodaqoh melalui donasi beasiswa dan berbagai program yang sedang dan akan dijalankan. Saat ini sedang berjalan beasiswa Periode 1 yang disalurkan kepada enam orang murid SMA MTA penerima beasiswa KF.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 4:29 AM

0 comments:

Post a Comment