.
-------------------- السلام عليكم ورحمة الله وبركاته --------------------

2/15/2013

Manfaat Beasiswa bagi Pendidikan

muhammad fadhil
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, berprestasi,  cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sebagai generasi muda terdidik, siswa merupakan sumberdaya manusia yang sangat potensial bagi pembangunan. Sebagai warga negara, siswa berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kemampuannya. Dari kedua pernyataan diatas jelas bahwa pemerintah wajib memberikan sarana dan prasarana sehingga siswa memiliki peluang untuk menyelesaikan studi di manapun dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu.

Pendidikan bisa dikatakan adalah salah satu kunci pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun pada kenyataannya, masih terdapat berbagai persoalan yang ada di dunia pendidikan negeri ini. Mulai dari kurangnya tenaga pengajar, fasilitas yang kurang memadai, sampai kesulitan pembiayaan dan sudah lama menjadi wacana yang mewarnai dunia pendidikan. Perhatian banyak pihak, seperti pemerintah ataupun swasta terhadap berbagai masalah pada pendidikan di Indonesia sudah cukup membantu mencari jalan keluar atas permasalahan itu. Adanya Beasiswa adalah salah satu wujudnya. Beasiswa adalah bantuan yang diberikan oleh pihak tertentu kepada perorangan yang digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh . Jenis-jenis beasiswa kini bermacam-macam diantaranya :
  1. Full beasiswa (100% tuition reduction). Ini beasiswa yang paling diincar banyak orang, karena kalo kita bisa mendapatkannya, kita nggak akan pusing-pusing lagi mikirin gimana caranya bayar uang kuliah & makan. Ibaratnya kamu udah tinggal 'ongkang-ongkang kaki' aja karena semua biaya perkuliahan udah ditanggung pihak pemberi beasiswa. Nggak cuma itu, kamu juga akan mendapatkan uang saku buat jajan sehari-hari. Asik nggak tuh? 
  2. Beasiswa untuk meringankan biaya kuliah (tuition reduction). Beasiswa ini ditujukan bagi yang nggak menerima full beasiswa. Dengan beasiswa ini kamu bisa mendapatkan potongan biaya kuliah sebesar 60-75%, tergantung dari masing-masing pihak pemberi beasiswa.
  3. Beasiswa yang diberikan secara berkala/rutin. Jenis beasiswa ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, misalnya untuk makan, bayar asrama, beli buku, dll. Besarnya tergantung dari masing-masing pihak pemberi beasiswa. Ada yang memberikan per bulan, ada juga yang per semester.
  4. Beasiswa yang hanya diberikan sekali waktu. Jenis beasiswa ini biasanya diberikan pada mereka yang menjuarai perlombaan.
  5. Ikatan dinas kerja. Beasiswa ini diberikan pada mahasiswa berprestasi yang udah mengakhiri masa pendidikannya.

Sebenarnya banyak manfaat dari beasiswa diantaranya:
  1. Membantu siswa yang kurang mampu untuk mendapat kesempatan dalam menempuh pendidikan.
  2. Mendorong siswa untuk sling berlomba dalam hal prestasi akademik.
  3. Merangsang semangat belajar siswa atau penerima beasiswa agar terbebas dari pencabutan beasiswa tersebut
  4. Memberikan kesempatan kepada lembaga luar sekolah untuk berpartisiasi dalam proses peningkatan pendidikan.
Namun timbul pertanyaan, apakah sasaran pemberian beasiswa itu sudah tepat?
Tujuan pemberian beasiswa adalah untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan. Pemerataan kesempatan belajar bagi para mahasiswa yang berprestasi dan kurang berprestasi, namun secara ekonomis tidak atau kurang mampu secara ekonomi. Mendorong dan mempertahankan semangat belajar mahasiswa sehingga mampu tetap berprestasi dan bergairah dalam menyelesaikan studi. Mendorong siswa berpacu mencapai prestasi akademik yang tertinggi sehingga sumberdaya manusia yang potensial tersebut tidak sia-sia. Sasaran awalnya adalah golongan masyarakat yang tidak mampu dari segi ekonomi, agar mereka tetap bisa mengenyam pendidikan yang layak. Tidak hanya itu, penerima beasiswa seharusnya juga memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mengurangi sifat egoisme. Supaya ketika mereka lulus dari bangku pendidikan, mampu menerapkan ilmunya untuk kepentingan umum, dan semaksimalnya berusaha menjadi orang yang menyediakan beasiswa bagi penerusnya.

Namun pada penerapannya sangat berkebalikan, kesalah pahaman tentang arti beasiswa itu menjadi sebuah polemik yang sering muncul dan semakin terlihat jelas. Lebih parahnya lagi, dana besiswa yang diberikan sering kali disalah gunakan oleh oknum penerima beasaiswa yang tidak bertanggung jawab . Realita itu sudah menjadi suatu hal yang tidak tabu lagi. Saya pribadi berpendapat bahwa, tidak ada masalah jika golongan mampu bisa mendapat beasiswa, kalau dia memang benar-benar berprestasi namun seyogyanya yang mendapat beasiswa adalah yang benar -  benar kurang mampu. Namun akan lebih baik lagi jika dana beasiswa yang dia peroleh digunakan untuk menunjang atau memajukan sebuah pendidikan. Seperti membeli buku, atau melakukan sebuah penelitian ilmiah yang berguna bagi dunia pendidikan, daripada hanya untuk memenuhi kebutuhan tersier pribadinya. Sehingga, tujuan adanya program beasiswa yang diberikan pemerintah atau swasta benar-benar bisa tercapai dan tepat sasaran, yaitu menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berguna bagi agama bangsa dan negara.

oleh: Muhammad Fadhil (peserta Beasiswa KF periode 1)

0 comments:

Post a Comment

Iklan dari Google